Rumah Hemat Energi

 

Menghemat energi di rumah bisa dilakukan dengan memanfaatkan sumber energi selain listrik yang ada di sekitar kita, seperti angin dan matahari.Suhu dan kelembapan di dalam rumah yang relatif tinggi dapat di turunkan secara alami melalui pendekatan desain arsitektur tropis.Sementara melimpahnya cahaya matahari tropis tentu bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan penerangan pada siang hari.

Mengendalikan suhu dalam rumah dengan cara pengudaraan alami

1. Ventilasi Silang

Inti dari ventilasi silang adalah menciptakan perbedaan tekanan udara sehinnga udara dapat menyebar dan merata. Agar sirkulasi dan distribusi udara merata dalam ruangan ada beberapa faktor yang perlu di perhatikan dalam membuat ventilasi seperti ukuran, letak bukaan dan desainnya.

2. Ventilasi dan Insulasi Atap

Mengurangi panas di atap akan memperngaruhi suhu ruang yang ada dibawahnya yaitu dengan cara ruangan yang dibawahnya di lengkapi bukaan supaya udara panas tidak terperangkap. Bukaan atap bisa berupa sopi-sopi atau ada bagian atap yang diberi ventilasi.

Untuk mempercepat pengeluaran udara panas  di ruang atap, dapat juga menggunakan turbin ventilator. Alat ini berputar tanpa listrik, tetapi melalui tekanan udara panas yang secara otomatis menggerakan turbin untuk membuang udara panas.

3. Menara Angin

Menara angin berfungsi menghisap dan menangkap angin sehinnga udara senantiasa bersirkulasi. Tekanan udara panas yang ada di dalam rumah akan tertarik keluar melalui menara angin dan di gantikan dengan udara yang segar. Untuk mendapatkan hasil yang optimal maka menara angin dibuat dengan penutup yang menghadap arah datangnya mata angin.

4. Plafon yang tinggi

Jarak yang tinggi antara lantai dan plafon memungkinkan udara bergerak bebas pada ruang kosong. Bila plafon rumah dibuat tinggi, panas dari atap akan mengalami pendinginan dan ruang menjadi lebih sejuk. Untuk mendapatkan udara segar ketinggian plafon minimal 3m sehingga volume ruang menjadi besar dan udara mengalir dengan lancer.

5. Menggunakan Material Alam

Semakin banyak mengguanakan bahan primer alam seperti kayu, batu alam, dan bata, semakin sejuk udara yang terasa didalam ruangan. Material yang ukurannya lebih tebal dapat membantu menghambat menjalarnya panas.

6. Warna Pastel

Permukaan berwarna pastel/lembut tidak hanya terlihat bersih dan meluaskan pandangan, tapi juga tidak menyerap radiasi matahari. Dalam konsep warna disebutkan bahwa warna yang terang akan memantulkan panas dan warna yang gelap akan menyerap panas. Maka telitilah terlebih dahulu sebelum memutuskan warna apa dan dimana akan di terapkannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

desainer arsitektur dan interior

%d bloggers like this: